Konsultan limbah industri merupakan seseorang atau suatu lembaga yang secara profesional melaksanakan jasa konsultasi dan pendampingan terhadap pengelolaan limbah industri suatu perusahaan. Pengelolaan limbah sangat penting bagi perusahaan yang melakukan aktifitas produksi barang. Selain karena ada peraturan yang mengaturnya, tetapi juga apabila dikelola sembarangan dapat berbahaya mencemari lingkungan.
Pentingnya Pengelolaan Limbah Industri
Limbah industri perlu untuk dikelola dengan baik karena beberapa hal, antara lain:
- Limbah industri seringkali tidak bisa langsung siap dilepas begitu saja ke lingkungan sekitar pabrik. Hal ini dikarenakan seringkali kandungan limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Akhirnya berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar atau kerusakan ekosistem lingkungan
- Pengaruh terhadap lingkungan yang negatif membuat citra atau nama baik perusahaan di masyarakat tidak baik sehingga mengakibatkan resisten atas kehadiran perusahaan kita di sana.
- Adanya regulasi yang mengharuskan limbah dikelola dengan sebaik mungkin. Regulasi tersebut juga mensyaratkan sistem pengelolaan limbah menjadi salah satu syarat dapat beroperasionalnya suatu perusahaan produksi. Serta izin untuk menjalankan pengelolaan limbah terutama yang masuk kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
- Terdapat ancaman hukuman pidana bagi seseorang atau perusahaan yang melaksanakan pengelolaan sampah tidak sebagaimana mestinya. Ancamannya pun tidak tanggung-tanggung kurungan antara 1 tahun sampai 3 tahu, ada juga denda antara 1 miliar sampai 3 miliar.
Peraturan yang mengatur mengenai pengaturan limbah ada di beberapa seperti yaitu UU No. 32 Tahun 2009, PP No. 101 Tahun 2014. Sedangkan tentang perizinannya ada di PP Neo. 27 Tahun 2012, PerMenLH No. 18 Tahun 2009. Serta masih ada beberapa regulasi lain yang mengatur teknis pelaksanaannya dan perizinannya.
Saat ini para pelaku usaha tidak perlu khawatir kesulitan mengurus perizinan serta merancang dan melaksanakan pengelolaan limbah industri. Sebab kami menyediakan jasa konsultan limbah industri bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan dalam mengurus perizinan, merancang sistem dan pendampingan proses pengelolaan limbah industri.
Jenis Limbah Industri
Pada dasarnya limbah adalah zat sisa dari sebuah proses industri. Limbah tidak selalu berbentuk cairan, tetapi juga bisa berbentuk padat bahkan juga gas. Berikut ini adalah jenis-jenis contoh limbah industri berdasarkan bentuknya, antara lain:
- Limbah padat. Merupakan sisa produksi industri yang keluarannya berbentuk padatan, bisa berbentuk seperti lumpur, bubur atau endapan. Contoh misalnya plastik-plastik, kertas, kain, kantong sisa bahan pengemasan, sampah sisa elemen-elemen alat elektronik, potongan besi, karet, logam, bubur sisa endapan semen, dan lain-lain.
- Limbah cair. Merupakan sisa bahan produksi industri yang keluarannya berbentuk liquid atau cair. Misalnya antara lain cairan minyak sisa produksi atau penambangan, air bercampur pewarna kain, air sisa produksi tempe dan tahu, kandungan zat besi dalam air, larutan pengawet, air sisa produksi yang terlalu asam, serta kandungan zat kimia berbahaya lainnya.
- Limbah gas. Merupakan zat sisa proses produksi yang keluarannya berbentuk gas. Misalnya asap yang keluar sisa pembakaran pabrik yang keluar dari cerobong asap, kebocoran gas, dan lain-lain. Asap dari cerobong asap biasanya membawa berbagai macam zat yang seharusnya di saring sebelum dibuang.
Menangani Limbah Industri Berdasarkan Jenisnya & Bentuknya
Penanganan limbah industri juga harus memperhatikan sesuai bentuk dan juga sifatnya. Selain itu apabila limbah industri tersebut adalah limbah B3 maka tidak diperkenankan langsung dibuang ke lingkungan harus ada proses tertentu agar limbah dapat dibuang. Tata cara setiap prosesnya semuanya sudah diatur dalam peraturan serta harus disertai izin. Berdasarkan pengalaman kami sebagai konsultan limbah industri, pengelolaan limbah berdasarkan bentuknya dilakukan dengan cara:
1. Pengelolaan Limbah Padat
Tahap pertama pengelolaan limbah padat adalah melakukan penampungan sementara. Setiap perusahaan yang menghasilkan limbah padat harus menyediakan tempat penampungan sementara (TPS). Desainnya disesuaikan dengan bentuk dan karakteristik limbah. Konsultan limbah industri seperti kami dapat membantu perusahaan dalam merancang dan membuat TPS yang sesuai dengan ketentuan, jenis limbah dan kondisi perusahaan.
Tahap berikutnya yang paling enting adalah melakukan klasifikasi jenis limbah. Limbah padat ada yang bersifat organik dan anorganik dipisahkan. Selain itu bisa juga dipisahkan berdasarkan bahannya misal plastik, kayu dan kertas, dll.
Berdasarkan hasil klasifikasi biasanya bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenisnya. Misalnya dengan diubah menjadi kompos, dibuat menjadi bahan bakar, didaur ulang.
Sampah-sampah dari bahan yang tidak dapat didaur ulang biasanya ditimbun di tempat pembuangan akhir. Selain itu juga bisa dengan dibakar. Akan tetapi pembakaran juga dapat mengakibatkan pencemaran udara.
Seringkali perusahaan tidak mungkin untuk melakukannya sendiri, oleh karena sampah-sampah itu dapat diolah kembali hanya jika dalam skala besar. Oleh karena itu perusahaan dapat menyerahkan pengelolaan itu kepada pihak lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Perusahaan minimal perlu memiliki TPS serta tahap klasifikasi dasar, serta SOP yang baik dalam penanganannya.
2. Pengelolaan Limbah Cair
Pengelolaan limbah dalam bentuk cair haruslah diatur sedemikian rupa agar tidak mencemari sumber-sumber air di lingkungan sehingga mengakibatkan bahaya bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup sekitarnya.
Dalam rangka itu maka ada beberapa proses yang penting harus dilakukan pada limbah cair industri. Proses ini pada dasarnya memastikan 2 hal yaitu:
- Tidak ada kandungan berbahaya yang akhirnya ikut terbuang ke lingkungan. Biasanya seperti kandungan minyak, kandungan fosfat, nitrat, dan garam-garaman lain yang berbahaya apabila dilepaskan begitu saja.
- Tidak ada kandungan kuman berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit di lingkungan.
Prosesnya bisa dilakukan dengan beberapa jenis proses
- Pemisahan secara Fisika. Tujuannya memisahkan zat-zat berbahaya secara fisika, yaitu dengan penyaringan, pemisahan, pengendapan atau pengembangan zat berbahaya tersebut.
- Pengurangan zat berbahaya secara Biologi. Biasanya dengan melibatkan bakteri aerob untuk membantu. Bakteri-bakteri aerob dapat membantu mengubah bahan-bahan berbahaya tersebut sehingga mengurangi jumlahnya.
- Teknik lanjutan (gabungan teknik kimia dan fisika). Biasanya apabila proses Fisika dan Biologi tidak cukup dapat dilakukan proses gabungan ini. Caranya dengan memberikan beberapa zat kimia agar limbah bereaksi dan mengurangi zat berbahaya.
- Pemberian disinfektan. Dilakukan untuk mengurangi kandungan kuman berbahaya apabila dibuang ke lingkungan
- Proses pengolahan lumpur. Hasil proses-proses tersebut biasanya menghasilkan lumpur yang harus dikelola dengan baik karena mengandung zat berbahaya dan atau beracun.
3. Pengelolaan Limbah Gas
Pengelolaan limbah dalam bentuk gas biasanya dilakukan agar gas yang dikeluarkan meminimalisir keluarnya asap berbahaya atau kandungan partikel zat berbahaya yang ikut keluar dari gas tersebut. Dalam rangka meminimalisir hal itu biasanya dapat dilakukan beberapa hal seperti:
- Mengontrol emisi gas buang. Cara mengurangi emisi gas buang adalah dengan cara mengubah sumber bahan bakar ke sumber bahan bakar yang lebih sedikit mengeluarkan gas buang berupa polutan. Bisa juga dengan menggunakan teknologi pembakaran yang lebih baik, sehingga mengurangi emisi. Ada juga dengan teknik pemberian filter.
- Menghilangkan partikel berbahaya di limbah gas. Sedangkan untuk menghilangkan partikel berbahaya dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti filter udara, filter basah, pengendap Siklon, pengendap gravitasi, pengendap elektrostatik.
Seringkali mengembangkan pengelolaan limbah padat, cair dan gas diatas banyak perusahaan cukup kesulitan. Oleh karena itu dalam rangka membuat sistem pengolahan limbah yang sesuai dengan jenisnya, regulasi, serta kondisi kemampuan perusahaan, kami menyediakan jasa konsultan limbah industri. Kami siap membantu memberikan solusi terbaik terhadap cara pengelolaan limbah yang dibutuhkan perusahaan.
