Hingga saat ini industri di Indonesia semakin banyak bermunculan yang artinya semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Terutama pada industri cat yang banyak menyumbang limbah cair. Dikhawatirkan limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Untuk itu instalasi pengolahan air limbah / IPAL industri cat hendaknya diprioritaskan.
Apa Itu IPAL?
IPAL merupakan sebuah struktur teknik serta beberapa perangkat peralatan sekaligus perlengkapanya. Semua dirancang sedemikian rupa hingga dapat mengolah cairan sisa proses. Dengan begitu cairan sisa proses tersebut bisa aman dan layak di buang ke lingkungan.
Cairan sisa proses yang dimaksud ada dari beberapa kegiatan. Bisa dari proses industri, pabrik, pertanian, rumah tangga, atau perkotaan. Hasil pembuangan dari serangkaian beberapa aktivitas berikut bisa mengganggu kelestarian lingkungan serta membahayakan kehidupan makhluk hidup.
Agar tidak sampai terjadi hal tersebut, maka limbah-limbah cair tersebut harus segera ditangani dengan benar. Salah satunya harus dilakukan proses lebih lanjut sebelum benar-benar bisa dibuang langsung ke saluran pembuangan. IPAL ini tentu saja punya tujuan yang jelas yaitu menyaring sekaligus membersihkan cairan yang sudah tercemar.
Baik itu oleh pencemar organik maupun dari bahan kimia industri. Oleh karena tujuan tersebut, menyebabkan IPAL ini sifatnya urgensi untuk dilakukan. Selain itu saat IPAL ini dikelola dengan benar, tentu akan sangat bermanfaat dan banyak kegunaannya.
Apa Saja Kegunaan IPAL ?
Sudah sedikit disinggung sebelumnya, jika IPAL ini jika dikelola dengan benar akan menghasilkan keuntungan yang merata. Mengapa dikatakan merata? Karena kegunaan IPAL sendiri tidak hanya dapat dirasakan oleh manusia tapi untuk makhluk hidup lain juga. Berikut apa saja keuntungan dari IPAL
Mengelola Air Limbah Dengan Baik
IPAL akan membantu dalam proses pengelolaan sekaligus pengolahan air limbah. Terutama untuk air limbah dari sisa aktivitas produksi industri. Semua sudah paham jika limbah cair sisa produksi industri ini mengandung banyak sekali bahan-bahan berbahaya karena termasuk limah B3.
Limbah cair sisa industri yang tidak dikelola dengan benar, akan bisa merusak ekosistem dan lingkungan. Termasuk juga mengganggu kehidupan makhluk hidup. IPAL akan membantu mengolah limbah cair supaya ketika dibuang ke lingkungan tidak akan malah mencemari lingkungan tersebut.
Membantu Mengolah Air Limbah
IPAL juga akan membantu pengolahan limbah cair. Baik itu dari proses aktivitas domestik atau sisa industri. Pengolahan ini dalam rangka supaya limbah cair tersebut dapat dimanfaatkan lagi. Tentu saja sesuai kebutuhan masing-masing.
Contohnya pada IPAL industri cat, yaitu dalam proses pencucian peralatan produksi cat solvent-based. Pencucian ini akan menghasilkan limbah cair yang tentu berbahaya, namun dengan menggunakan IPAL limbah ini bisa aman dibuang. Salah satunya dengan mengambil kembali zat pelarut (zat berbahaya) dalam limbah tersebut agar tidak sampai ikut terbuang.
Menjaga Biota Yang Hidup Di Lingkungan Perairan Sekitar Industri Atau Domestik
Limbah cair baik itu dari proses industri maupun dari aktivitas domestik rata-rata akan dibuang ke sungai atau sumber perairan lainnya. Jika tidak ada IPAL, maka proses pembuangan limbah cair ini pasti dilakukan serampangan. Alhasil banyak sekali zat kimia yang bisa saja ikut masuk dalam sungai.
Maka IPAL yang dikelola dengan benar, akan dapat sekaligus menjaga biota yang hidup di lingkungan sumber perairan. Contohnya saja sungai, banyak sekali biota ekosistem tersebut yang tentunya harus dilestarikan. Jangan sampai sungai rusak dan dapat mengganggu ekosistem di lingkunagn tersebut.
Industri Cat Di Indonesia
Industri cat di Indonesia ini bisa dibilang cukup banyak. Banyaknya industri cat ini, tentu saja akan berpengaruh terhadap semakin besarnya jumlah limbah yang dihasilkan. Sudah pasti jika limbah industri cat ini tidak diolah dengan benar, bisa saja akan mengancam kelestarian lingkungan.
Jenis-jenis Limbah Yang Dihasilkan Oleh Sisa Industri Cat
Ketika beroperasi, industri cat bisa menghasilkan 2 jenis limbah. Jenis limbah padat maupun cair. Sebetulnya keduanya jika tidak ditangani dengan benar, akan mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar. Terutama jika industri kebetulan berada di sekitar sumber air, maka bisa saja limbah tersebut akan merusaknya. Berikut apa saja limbah yang ditimbulkan industri cat.
- Limbah padat, bisa berupa kemasan bekas seperti bungkus bahan, plastik, sak, dan lainnya. Selain itu ada juga limbah padat berupa lumpur yang dihasilkan dari proses IPAL industri cat itu sendiri. Limbah lumpur ini sifatnya B3 sehingga penanggulangannya haruslah hati-hati. Jenis limbah padat juga terdiri dari beberapa sisa kegiatan kantor dan sebagainya.
- Limbah cair yang bisa berasal dari pencucian, aktivitas pembilasan, maupun pembersihan tangki saat proses produksi berlangsung. Limbah cair berupa air cucian, ceceran dari sisa produksi cat, air pendingin dan boiler, pencucian alat transportasi bahan baku, dan lain sebagainya.
Implementasi IPAL Industri Cat
Untuk industri cat, limbah cair perlu penanganan khusus. Hal ini karena limbah cair sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan. Terutama saat proses pencucian peralatan proses produksi serta pencucian ketika pembersihan lantai. Pada umumnya, di beberapa pabrik cat proses pencucian peralatan produksi dilakukan menggunakan larutan kostik panas.
Dalam proses pencucian ini pasti akan menghasilkan limbah cair yang kemudian ditampung dalam tangki atau drum penampung. Untuk proses ini berlaku untuk cat jenis solvent based. Lain untuk jenis water based dimana air limbah bekas produksi cat jenis ini akan dialirkan ke unit IPAL.
Pentingnya IPAL Industri Cat
IPAL tentunya harus segera diimplementasikan. Terutama bagi yang memang memiliki usaha di bidang industri. Bahkan sudah ada ketetapan pemerintah yang mengatur hal ini. Yaitu peraturan pemerintah No. 18 tahun 1999. Pasal tersebut mengatur tentang pengendalian pencemaran dan perusakan laut.
Menurut sebuah data bahkan diketahui ada sekitar 74 % perusahaan kecil di Indonesia belum mengolah limbahnya secara benar. Hal ini dipicu oleh kurangnya perhatian pemerintah serta rendahnya kesadaran pengusaha sendiri. Akibatnya hingga saat ini banyak sekali saluran air dan lingkungan perairan yang terkontaminasi.
Bukan tidak mungkin pencemaran tersebut akan mendatangkan hal yang lebih berbahaya. Misalnya timbulnya penyakit ringan hingga berat. Pengawasan oleh aparat terkait memang sangat perlu dilakukan.
Terutama untuk IPAL industri cat. Bahan-bahan pembuat cat sebagian besar merupakan bahan kimia. Limbah cair hasil produksi maupun pencucian peralatan produksinya bahkan termasuk limbah B3. Limbah B3 ini perlu penanganan khusus sebelum benar-benar boleh dibuang ke lingkungan. IPAL bisa membantu dalam penanganan limbah cair sisa industri cat.
Dengan menerapkan IPAL, limbah cair hasil produksi industri cat bisa dikelola lebih baik dan dapat dibuang ke lingkungan dengan aman. Terutama bagi industri cat yang lokasi produksinya berada di dekat sumber perairan. Tidak mau kan, jika sampai satu-satunya sumber air bersih akhirnya tercemar dan sudah tidak layak digunakan?
Itulah pentingnya IPAL industri cat. Maka bagi yang kebetulan tengah menjalankan industri tersebut sebaiknya segera mengimplementasikannya. Jangan khawatir, kami jasa konsultan lingkungan terpercaya yang akan membantu anda. Salah satu jasa kami adalah konsultan pengelolaan limbah B3 atau limbah cair lainnya. Lingkup jasa kami ini tentu saja berhubungan dengan IPAL.
Anda bisa menghubungi kami pada nomor yang sudah tertera. Atau bisa dengan datang langsung ke kantor kami dan berkonsultasi tentang proses pembuatan IPAL. Buktikan memang hanya kami yang terbaik.
