Mengenal Lebih Jauh Tentang TPS Limbah B3

TPS Limbah B3

Semua tahu jika limbah B3 sangat berbahaya. Jenis limbah ini biasa diproduksi oleh industri, rumah sakit, puskesmas, dan masih banyak lagi. Sebelum benar-benar dibuang atau diolah, limbah-limbah B3 ini wajib ditampung dulu di sebuah tempat yang dikenal dengan TPS (Tempat Penyimpanan Sementara). Berikut uraian tentang TPS limbah B3 yang bisa diketahui.

Mengapa Limbah B3 Harus Ditampung Di TPS?

Ada beberapa pihak yang faktanya merupakan penghasil limbah B3. Rumah sakit, puskesmas, terutama industri. Sebelum benar-benar dibuang atau diolah mereka tentu harus menyimpan terlebih dahulu limbah B3 yang mereka hasilkan sehari-hari. Hal ini terkait karena sejumlah alasan yaitu

1. Ada Ketentuan Undang-Undang

Ada sejumlah ketentuan undang-undang yang sengaja dibuat pemerintah. Ketentuan undang-undang tersebut secara tidak langsung membuat para penghasil limbah B3 berkewajiban untuk mengolah limbahnya dengan benar. Ada salah satu yang mengatur, isinya tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yaitu UU no 32 tahun 2009.

Mereka yang berperan dalam menghasilkan limbah B3 mau tidak mau harus membuat TPS untuk tempat penampungan limbah. Hal ini dilakukan jika mereka ingin terbebas dari tuntutan hukum. Karena telah diatur oleh undang-undang, maka pelanggarnya jelas akan dikenakan sangsi yang berat.

2. Tidak Memiliki Alat Pengolah Limbah B3

Alasan lain membangun tempat penyimpanan sementara limbah B3 adalah pihak penghasil limbah tidak memiliki alat pengolah limbah. Misalnya untuk di daur ulang kembali, atau alat yang sesuai lainnya. Solusi terbaik adalah dengan membuat tempat penyimpanan sementara limbah B3.

3. Setiap Hari Menghasilkan Limbah B3 Dengan Kuantitas Yang Besar

Bisa jadi pihak penghasil limbah B3 tersebut memproduksi limbah dengan jumlah besar setiap harinya. Tidak mungkin langsung dibuang serampangan. Mereka juga tidak ingin lingkungan sekitar sekitar rusak yang justru membahayakan.

4. Khawatir Akan Merusak Lingkungan

Limbah B3 ini sifatnya sangat berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan. Jika limbah B3 dibuang sembarangan, otomatis lingkungan sekitar akan rusak. Rusaknya lingkungan bukan berarti tidak beresiko pada makhluk hidup lain. Bisa jadi rusaknya lingkungan ini merupakan awal mula bahaya yang lebih besar untuk makhluk hidup di bumi.

Dengan disimpan terlebih dahulu, maka setidaknya dapat meminimalisir pencemaran lingkungan akibat limbah B3.

5. Sebagai Langkah Pemulihan Lingkungan Agar Tidak Kembali Tercemar

Langkah untuk menyimpan sementara limbah B3 menjadi suatu langkah perbaikan kualitas lingkungan. Bayangkan jika semua limbah b3 dibuang serampangan, mungkin kualitas lingkungan akan semakin buruk. Dengan disimpan dulu, bisa jadi lingkungan yang terlanjur rusak tidak akan semakin rusak. Hal ini karena bahan pencemar setidaknya tidak terus bertambah.

Persyaratan Tempat Pembuangan Sementara/ TPS Limbah B3

Untuk membuat TPS limbah B3 tidak bisa asal. Oleh karena jenis limbah ini cukup berbahaya, maka penyimpanannya pun perlu perhatian khusus. Tidak terkecuali menentukan tempat yang memang sesuai. Berikut persyaratan menentukan TPS limbah B3

Persyaratan Lokasi TPS Limbah B3

Pertama soal menentukan lokasi yang cocok untuk dijadikan tempat pembuangan sementara. Tentu saja demi keselamatan, lokasi TPS ini perlu dicari yang memenuhi kriteria tertentu. Berikut apa saja kriteria lokasi untuk membuat tempat pembuangan sementara limbag B3.

  • Tempat harus bebas dari resiko banjir atau paling tidak tidak rawan bencana alam.
  • Jika seandainya lokasi yang dipakai terpaksa di daerah yang rawan banjir atau bencana alam, harus dilakukan rekayasa dengan teknologi. Langkah ini dilakukan dalam rangka usaha perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup.
  • Lokasinya harus berada dalam jangkauan semua pihak yang turut andil dalam menghasilkan limbah B3.

Persyaratan Bangunan Untuk TPS Limbah B3

Selain syarat lokasi yang sesuai, bangunan untuk membuat tempat penyimpanan sementara limbah B3 pun memiliki persyaratan khusus. Tidak seperti bangunan untuk menampung sampah pada umumnya, ada syarat khusus yang tidak boleh dilewatkan. Berikut apa saja syarat khusus bangunan yang akan dijadikan tempat penampungan sementara limbah B3

  • Bangunan harus memiliki desain konstruksi yang bisa melindungi semua limbah B3 baik dari hujan maupun sinar matahari langsung.
  • Harus memiliki penerangan dan ventilasi yang cukup.
  • Mempunyai saluran drainase serta bak penampung yang layak.
  • Bangunan yang dipakai minimal harus memiliki ukuran 4m x 5m. Dilengkapi dengan tembok bertulang tebal minim 15 cm. Jika menggunakan tembok bata merah minim punya ketebalan 23 cm.
  • Memiliki rancang bangun dan luas tempat penyimpanan yang harus sesuai dengan kriteria limbah B3.
  • Lantai bangunan harus yang kedap air, tidak bergelombang, kuat, dan dalam kondisi yang tidak retak.

Ketentuan Teknis

Selain persyaratan lokasi, serta bangunan yang dipakai, menentukan tempat penyimpanan sementara limbah B3 juga ada ketentuan teknisnya. Hal ini juga perlu diperhatikan bagi yang ingin membuat TPS khusus untuk limbah B3. Apa saja ketentuan teknis TPS untuk limbah B3, berikut uraian selengkapnya

  • Bagian luar bangunan TPS harus dipasangi identitas yang menunjukkan karakteristik limbah B3 yang sedang disimpan. Bisa dibuat papan nama dengan diberi simbol-simbol khusus.
  • Limbah B3 harus dan wajib terlindung dari paparan sinar matahari serta hujan.
  • Sistem ventilasi yang memadahi dan lebih baik dibuat tanpa plafon. Hal ini untuk mencegah terjadinya akumulasi gas. Plafon bisa diganti dengan kasa untuk mencegah burung masuk ke bangunan TPS.
  • Harus dilengkapi dengan saluran serta bank penampungan yang memuat tumpahan. Ini berlaku jika yang disimpan adalah limbah cair.
  • Sistem penyimpanan menggunakan sistem blok. Jadi pada operasionalnya setiap limbah akan disimpan pada blok-blok, yang setiap bloknya dipisahkan dengan tanggul.
  • Terhindar dari bencana dan harus dalam jangkauan pihak yang menghasilkan limbah B3.

Mengurus Perizinan Membuat TPS Limbah B3

Setelah menentukan kemudian membangun TPS untuk limbah B3, ada satu hal lagi yang perlu diurus. Masalah perizinan kepada pihak terkait. Hal ini sudah merupakan ketentuan sesuai PP 38 tahun 2007, Kepdal 01 tahun 1995 serta peraturan pemerintah no 30 tahun 2009. Adanya ketentuan tersebut membuat perizinan pembuatan TPS begitu penting

Dalam proses perizinan, pemohon harus terlebih dahulu menyiapkan sejumlah persyaratannya. Ada 2 syarat yang harus dilengkapi yaitu syarat administrasi dan persyaratan teknis. Untuk syarat administrasi pemohon harus menyiapkan fotocopi akta perusahaan, surat pengesahaan kehakiman, npwp perusahaan, dan izin gangguan.

Selain itu perlu disipkan juga fotokopi izin lokasi, IMB, persetujuan dokumen lingkungan, TDP, dan sertifikat ISO jika ada. Sementara untuk persyaratan teknis, ada beberapa hal yang juga perlu disiapkan. Diantaranya yaitu peta lokasi kegiatan yang sudah di fotokopi, site plan, juga diagram flow chart dari proses pengolahan limbah B3.

Persiapkan desain konstruksi dari dari TPS untuk limbah B3 yang telah dibuat, juga informasi SOP. Sisipkan juga tata cara peyimpanan limbah B3, penanganan kondisi darurat, dan nama personil yang bertanggung jawab di TPS tersebut. Juga foto TPS serta perhitungan berapa besar kapasitas TPS limbah B3 tersebut.

Itulah beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk mengurus perizinan pembangunan TPS limbah B3. Jadi pihak penghasil limbah B3 tidak hanya bertanggung jawab untuk mengolah limbahnya dengan benar dengan membuat TPS. Namun juga berkewajiban untuk mengurus perizinan pembukaan lahan TPS pada pihak yang terkait.

Persyaratannya memang cukup rumit, namun anda yang berkeinginan untuk mengurus perizinan pembuatan TPS untuk limbah B3 tak perlu khawatir. Kini sudah ada kami yang siap membantu. Kami salah satu konsultan bidang lingkungan memiliki lingkup jasa konsultasi pengolahan limbah B3.

Anda tidak perlu repot masalah perizinan, bahkan anda bisa konsultasi dengan kami masalah konstruksi TPS yang benar. Segera hubungi kami pada nomor yang sudah tertera untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *